Minggu, 14 Juni 2026

15 Juni.

Tepat satu tahun yang lalu, kita akhirnya menikah. Setelah pertemuan yang tak disengaja itu 8 tahun yang lalu di sebuah kampus, kita memutuskan untuk bersama. Tanpa ada sekalipun terlintas di pikiran ini untuk jatuh cinta, namun apa daya kau membuatku tak berdaya. Lika-liku cerita kita lewati bersama. Tawa, tangis, canda, marah, kesal, bahagia dan segala dinamika yang ada.

Terima kasih. Terima kasih telah memilih untuk menjadikan aku teman hidupmu. Terima kasih atas segala kebaikan yang kamu berikan untukku. Terima kasih sudah bersedia menjait lebih banyak memori bersama. Terima kasih atas cinta yang selalu kamu berikan. Terima kasih untuk makanan enak yang kamu siapkan di pagi hari. Terima kasih tak akan pernah cukup untuk mengungkapkan rasa syukur yang aku miliki.

Maaf atas segala kurangku. Semoga kamu bahagia selalu. Aku sangat mencintaimu.

Rabu, 01 Januari 2025

Bunnies Core.

2024. Tahun yang cukup berwarna dalam hidup gue. Banyak hal yang terjadi. Banyak hal yang terlewati. Banyak hal yang disesali. Banyak hal yang disyukuri. Banyak hal yang dilalui.

Salah satu hal terbaik yang terjadi di tahun ini adalah bunnies core. Sekumpulan orang yang secara tidak sengaja bertemu dalam suatu event bunnies di pertengahan tahun, berkenalan disana dan akhirnya menjadi dekat.

Karena punya kesenangan yang sama yaitu NewJeans, kita sering banget ketemu di event. Bahkan hampir semua event ketemunya mereka lagi-mereka lagi. Dari event-event itulah akhirnya semakin dekat. Punya grup buat nongkrong, main sampai pagi, ngobrol hal-hal random sampai asbun bikin event sendiri.

Kurang lebih 3 minggu kita matengin konsep dan segala macem persiapannya. Bikin perhitungan, desain poster, ngumpulin followers, mastiin ini itu dari DJ sampe venue. H-2 minggu hampir semua persiapan besar sudah ok, tinggal nyiapin perintilan macam hadiah, wristband, dekorasi, dan beberapa hal lain.

Waktu pembukaan link untuk daftar ke event kami pun dibuka. Hari itu menjadi salah satu hari paling mendebarkan buat gue. Rasanya seneng banget waktu liat form mulai terisi. Hari demi hari belalu dan sudah beberapa orang yang daftar di event yang kita buat. Walau target awal kita gak tercapai untuk bisa datengin 50 orang, namun dengan 34 pesera dan 9 panitia beserta 1 MC, rasanya sudah cukup ramai untuk event yang baru pertama kali kita buat.

Selesai acara, perasaan gue campur aduk. Bahagia, lega, bangga, capek, terharu, sedih semua jadi satu. Gak nyangka obrolan asbun malam itu beneran kejadian. Orang-orang yang kebetulan satu fandom dan bertemu di event, bersatu dan bikin event sendiri yang cukup berhasil. Semoga di 2025 ini, NewJeans entah dengan nama apapun akan kembali dengan karya barunya dan kita bisa bikin acara untuk merayakan kembalinya mereka.

Bunies core jaya jaya jaya.

Rabu, 07 Desember 2022

Manusia-manusia kuat itu kita.

Tidak terasa sebentar lagi tahun berganti. Masalah-masalah yang datang silih berganti telah berhasil kita lewati. Masalah percintaan, masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah pertemanan, dan masalah-masalah lain telah kita lalui. Mungkin masih ada masalah yang belum berhasil kita temukan solusi, namun percayalah, selama kita bernafas, selama kita percaya, selama kita melanjutkan hidup, segala masalah itu pasti bisa kita akhiri. 

Kita adalah contoh manusia-manusia kuat. Bertahan dan berjalan melewati hari-hari yang kadang berat. Adakalahnya kita ingin menyerah, tapi berkali-kali kita berhasil melaluinya dengan selamat. Berbanggalah karena kita adalah manusia kuat.

Rabu, 24 November 2021

Happy 22nd birthday!

Gak kerasa udah satu tahun lagi berlalu. Satu tahun lagi bertambah usia kamu, satu tahun lagi berhasil kamu lalui. Segala masalah yang ada akhirnya selesai ya. Akhirnya setelah 3 tahun kuliah, bulan lalu wisuda juga! Kamu berkali-kali ragu, masalah laptop yang suka error, perkara kesehatan juga, jagain mamah kamu di rumah, masalah seakan bertubi-tubi ingin membuat kamu jatuh. Tapi akhirnya terlewati juga. Tinggal melewati masalah lain yang akan datang nantinya. Semoga kamu akan selalu kuat untuk menghadapinya. Aku akan terus kasih support buat kamu.

Hari ini kamu menginjak usia 22, semoga apa yang kamu impikan tercapai. Sehat selalu ya, dan jangan lupa bahagia juga! Apapun yang terjadi, aku disini akan berusaha untuk selalu ada untuk kamu. Maaf aku masih belum bisa jadi yang terbaik untuk kamu. Terimakasih sudah bersedia memberikan waktu 3 tahun yang tidak akan pernah bisa kembali untuk aku. 3 tahun ini adalah masa-masa paling berharga. Kenangan yang gak akan pernah bisa aku lupa. Kamu datang dan mengubah banyak hal. Awal pertemuan kita, aku sama sekali gak ada pikiran bakal menjalani 3 tahun bareng sama kamu. Melewati suka duka, bahagia juga drama.

Selamat ulang tahun buat kamu. Aku sayang kamu dan akan selalu begitu.

Rabu, 25 November 2020

Selamat Ulang Tahun!

Selamat, satu tahun lagi telah kamu lewati. Satu tahun lagi usiamu bertambah. Tahun ini memang berat, namun kamu berhasil melaluinya. Dengan bertambahnya usia, semoga bertambah juga rezeki dan juga kebahagiaan. Terimakasih masih bertahan sejauh ini. Tahun ketiga kita melewati tanggal 25 November bersama-sama. Semoga tahun-tahun berikutnya masih diberi kesempatan untuk merayakan berdua.

Ingatlah, kamu itu berharga. Amat sangat berharga. Oleh karena itu, tersenyumlah seperti yang ku tulis setahun lalu. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu. Ingatlah, walau apapun yang terjadi, ingatlah satu, aku ada untukmu. Sehatlah, tersenyumlah, karena aku membutuhkan itu. 

Selamat ulang tahun sayang, aku sungguh menyayangimu.

Selasa, 31 Desember 2019

2020 please be nice.

2019 telah berakhir. 365 hari yang lain telah terlewati, entah itu baik atau buruk, berbahagialah karena kita telah melewatinya. Selain itu, 365 hari yang lain siap menunggu untuk kita lewati. Semoga apa yang akan terjadi nanti bisa kita lewati dengan bangga.

Tahun 2019 ini, aku ingin berterimakasih untuk kamu. Terimakasih untuk 365 hari yang penuh dengan warna-warni. Terimakasih banyak telah hadir dalam cerita hidupku dan masih ada sampai hari ini. Terimakasih atas segala kenangan yang kita lalui. Terimakasih.

Selain berterimakasih, aku juga hendak meminta maaf. Maaf karena aku terlalu banyak mengukir luka dibanding suka. Maaf karena aku masih terlalu egois untuk selalu bersama. Maaf karena sikap tidak dewasa. Maaf untuk segala hal yang telah terjadi selama melalui hari-hari bersama.

Aku tak tau dan tak akan pernah tau apa yang akan terjadi nanti. Semoga kita mendapat hal-hal terbaik di tahun 2020 yang sebentar lagi datang.

Senin, 25 November 2019

20! (Again?)

4 tahun lalu aku post tulisan dengan judul yang sama. Namun kali ini, aku akan menceritakan orang lain. Orang yang menemani satu tahun belakangan.

Hari ini, genap usiamu menginjak 20. Semoga dengan bertambahnya umur, bertambah pula kedewasaan dan keimanan kamu. Bertambahnya umur juga merupakan pertanda berkurangnya usia. Di hari bahagia ini, aku ucapkan selamat atas satu tahun yang telah berhasil kamu lalui. Satu tahun yang penuh lika-liku. Kamu adalah wanita kuat yang pernah ku temui. Semoga tahun ini kamu semakin kuat. Namun, tetaplah lemah dihadapanku agar aku melindungimu.

Aku harap kamu sehat dan bahagia selalu. Aku ingin kamu selalu menghiasi dunia, atau setidaknya hidupku dengan senyuman dan tawamu. Kamu itu berharga. Maka tersenyumlah. Aku doakan semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang lebih di tahun ini. Diberi kelancaran rezeki, kemudahan dalam menjalani hari, solusi dalam setiap masalah yang kamu hadapi.

Aku tak tau harus berkata apa lagi. Aku rasa hanya ini yang ingin ku sampaikan saat ini. Jaga kesehatan kamu ya. Aku sayang kamu.

Minggu, 06 Januari 2019

Aku tidak sehebat yang kamu kira.

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan karena aku juga adalah seorang manusia, aku memiliki banyak kelebihan dan tentu banyak sekali kekurangan.

Saat ini, kamu anggap aku baik. Namun bisa saja, besok, atau lusa, atau seminggu hingga bertahun-tahun kemudian anggapanmu berubah. Kenapa? Karena aku bukanlah orang baik. Aku tidak sebaik yang kamu fikirkan. Aku hanya berusaha berbuat baik. Terutama kepada sebagian orang, sebagian orang yang ingin aku perlakukan dengan baik.

Senin, 31 Desember 2018

Terimakasih, 2018!

Sebelum memasuki tahun yang baru, izinkan saya disini menceritakan seseorang yang saat ini berada di samping saya. Seseorang yang insya Allah akan saya nikahi pada tahun 2020.

Aku bertemu dengannya di kampus. Pertama kali aku melihatnya, aku langsung tertarik. Aku ingin mengenalnya lebih jauh. Aku ingin lebih dekat dengannya. Aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengannya. Aku, ingin bersamanya.

Pertama kali aku ngobrol dengannya, dia jutek sekali. Aku langsung takut untuk melanjutkan obrolan. Akhirnya aku lebih banyak diam melihat handphone. Beberapa kali, sempat aku mengetik pesan untuk aku kirim, namun aku urungkan niat karena takut mengganggu. Kita juga tidak begitu dekat di dunia nyata, jadi aku agak canggung.

Pada suatu malam, dia yang diantar pulang oleh temannya hanya diantar sampai setengah jalan, dan aku dimintai temannya untuk mengantar dia ke rumah. Sebuah kesempatan yang tentu tidak akan aku sia-siakan. Setidaknya, aku jadi tahu dimana dia tinggal. Di motor, kami tidak banyak ngobrol. Mungkin karena aku dan dia sama-sama merasa canggung.

Pada malam lain, pada hari Senin tepatnya, dia tiba-tiba chat minta bareng untuk berangkat ke kampus yang tanpa pikir panjang aku iyakan. Mulai dari situ, aku yang biasa berangkat lewat jalan lain, jadi berpindah haluan lewat jalan yang biasa dia lewati untuk berangkat ke kampus. Berharap bertemu tanpa sengaja. Yah walau sudah aku rencanakan. Namun, semesta belum mengijinkan.

Selang beberapa hari, dia kembali chat minta berangkat ke kampus bareng. Tentu aku iyakan, bukan? Disitu kami mulai lebih banyak ngobrol di motor. Aku senang. Sesimpel itu memang.

Setelah itu aku mulai sering mengajaknya berangkat bareng. Dan mulailah kami, setiap hari berangkat ke kampus bersama. Kami mulai dekat dan saling berbalas chat setiap hari. Semakin lama perasaanku bertambah. Dari suka menjadi cinta. Namun, apakah dia juga memiliki perasaan yang sama?

Suatu malam, aku menyatakan perasaanku padanya. Yah walau sebenarnya dia juga sudah tau. Aku menginginkan dia menjadi orang pertama yang kulihat di pagi hari dan yang terakhir aku lihat saat menutup mata di malam hari. Dan ya, semoga apa yang kita rencanakan terwujud. Semoga Allah mudahkan rencana-rencana kita. Aku sayang kamu. Sungguh, aku sangat menyayangimu.

Selasa, 25 Desember 2018

Kuliah.


Kuliah. Setelah 5 tahun lalu lulus dari SMK, akhirnya aku melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Banyak hal yang membuatku memutuskan kuliah. Aku kuliah di LP3I Jakarta Utara. Selain karena jaraknya yang cukup dengan dengan rumah, aku memilih masuk LP3I karena ada kenalan yang bekerja disana, jadi aku bisa mendapatkan diskon. Hehehe.

17 September 2018. Hari dimana aku mulai masuk kuliah secara resmi untuk pertama kalinya. Aku masuk sedikit terlambat, hadir saat kelas sudah ramai. Aku duduk di bangku paling belakang. Melihat teman-teman sekelas yang mungkin akan bersama sampai 3 tahun ke depan. Setelah melakukan pemilihan pengurus kelas, pelajaran dimulai.

Minggu, 31 Desember 2017

Random di akhir tahun.

Tak terasa 365 hari berlalu dengan sangat cepat. Seolah baru kemarin mendengar riuh suara petasan di angkasa. Apa yang sudah terjadi selama 365 hari ini? Apakah terdapat perubahan dari tahun sebelumnya? Bagaimana kabar resolusi yang kalian buat? Terlaksana? Atau hanya menjadi sebuah ekspektasi yang tak menjadi kenyataan?

Tahun lalu saya juga membuat resolusi untuk tahun 2017, ada yang terlaksana, banyak juga yang hanya jadi harapan. Apakah untuk tahun 2018 saya harus buat resolusi baru? Atau cukup dengan melaksanakan resolusi yang belum terlaksana di tahun sebelumnya? Atau malah tak perlu lagi membuat resolusi? Jalani saja apa yang akan terjadi?

Senin, 03 Juli 2017

We don't believe what's on TV!

Tulisan ini saya buat karena muak dengan tayangan pertelevisian di Indonesia, terutama dengan sinetron yang tayang saat malam.

PERINGATAN!!!
Jika kamu pecinta sinetron malam, sebaiknya jangan kamu baca tulisan ini.

Sebenarnya maksud dan tujuan sinetron-sinetron yang ada di Indonesia itu baik, tapi penyampaiannya kurang tepat. Saya yakin sutradara setiap sinetron bermaksud untuk memberikan pelajaran-pelajaran baik dalam setiap episode. Contoh, sinetron mengajarkan kita untuk selalu bertahan dan berjuang walau seberat apapun jalan hidup yang harus dilalui. Sang protagonis dengan hebatnya bertahan dari segala macam cobaan yang diberikan. Bukankah itu bagus?

Minggu, 20 November 2016

Biarkan aku.

Minggu, 20 November 2016.
03.48

Tiba-tiba saja aku merasa sangat rindu. Rindu akan cerita-cerita yang pernah aku, bersama denganmu, lalui bersama. Cerita yang selalu aku inginkan untuk diulang kembali. Sayang, hanya aku yang menginginkannya, karena kamu tidak, mungkin? Aku tak pernah tau apa yang ada dipikiranmu bukan?

Ah, ngomong-ngomong kamu apa kabarnya ya? Sudah lama sekali aku tak mendengar kabarmu. Aku selalu berharap agar kau baik-baik selalu. Tidak seperti aku, yang walau terlihat baik di luar, tapi kenyataannya, aku tidak baik-baik saja.

Jumat, 30 September 2016

Dan September Pun Berakhir

September, 30.

Pagi ini hujan turun cukup deras. Dan aku tertahan di antrian orang-orang yang hendak melapor pajak perusahaan. Ramai sekali hari ini, padahal jam baru menunjukkan pukul 9, bahkan kurang. Kupikir nomor antrian sudah tutup, tapi ternyata belum. Orang-orang yang ramai mengantri adalah wajib pajak pribadi. Dan aku duduk sambil menunggu nomor antrian.

Aku mendapat nomor antrian 162. Sedangkan nomor antrian yang dipanggil baru 21. Menunggulah aku, ditengah keramaian yang entah mengapa aku benci.

Hari ini adalah hari terakhir di bulan September. Bulan dimana aku mulai melihat dunia, dunia yang penuh kepalsuan. Dunia yang terlalu banyak drama, seolah seisi dunia sedang memainkan peran dalam seni teater, padahal mereka sedang tidak berada di panggung. Sambil menunggu 141 nomor, aku memejamkan mata sejenak.

September adalah bulan yang selalu ku tunggu. Kenapa? Karena bulan inilah aku lahir. Jujur saja, aku selalu menantikan, apakah hari ulang tahunku akan spesial? Begitulah pikirku sampai aku sadar, tepatnya setahun yang lalu, bahwa hari ulang tahun bukan lagi sebuah perayaan yang harus dibesar-besarkan. Namun tetap saja, dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku selalu berharap mendapat kejutan-kejutan dan hadiah yang indah.

Selasa, 28 Juni 2016

Tipe-tipe pengendara motor di jalan.

Halo minna, apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan baik dan sehat selalu.

Hari ini gue mau bahas mengenai tipe-tipe pengendara motor yang ada di jalanan. Tulisan ini gak bermaksud buat menyerang pihak-pihak tertentu, cuma buat lucu-lucuan aja ya!

Langsung aja ini dia tipe-tipe pengendara motor di jalan:

1. Suka ngebut.
Yang pertama adalah tipe pengendara motor yang suka ngebut. Biasanya alasan mereka ngebut karena sedang terburu-buru. Gue sendiri kadang suka ngebut, apalagi kalo lagi galau, ngebut bisa bikin galau hilang, ia sama nyawanya juga bisa hilang. Mari kurang-kurangi bawa motor dengan kecepatan tinggi, karena yang jadi korban bukan cuma kamu, tapi orang lain yang lagi apes. Apes ketemu kamu. Kalau emang gak mau diburu-buru waktu, persiapkan segala sesuatu lebih awal agar kita bisa bawa motor dengan santai, selamat, aman, dan gak membahayakan orang lain.

Kamis, 16 Juni 2016

Masih disini.

Pertama-tama, aku ingin menyapa kamu yang sudah lama sekali tidak bertemu. Aku rindu. Itulah kata yang selalu aku ucapkan setiap malam sebelum memejamkan mata. Kenangan-kenangan kita menjadi sebuah film indah yang diputar satu per satu melalui mimpi. Aku rindu masa-masa itu. Aku rindu saat kita masih bersama. Setidaknya walau hanya sebagai teman.

Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku. Apakah kamu tak merasa kehilangan sosokku? Apakah aku berarti dalam hidupmu? Apakah pernah, walau hanya sedetik kau ingat aku? Apakah memang tidak pernah ada rasa cinta untukku? Apakah aku telah melakukan sebuah kesalahan yang membuatmu menghilang dari pandanganku? Apakah mungkin kita masih bisa bertemu? Apakah senyummu masih seperti dulu? Apakah aku bisa melupakanmu? Dan berbagai macam apakah lainnya yang jika aku sebutkan mungkin kalian akan bosan membacanya.

Jumat, 25 Maret 2016

Mengapa?

Mengapa cinta datang begitu saja tanpa pernah bilang permisi? Mengapa cinta tak pergi seperti saat cinta itu datang? Mengapa melupakan itu sulit? Mengapa mengenang sangat mudah? Mengapa rindu menyesakkan? Mengapa bertemu tak pernah mengobati rindu? Mengapa justru rindu itu semakin bertambah? Mengapa?

Adakah yang mampu menjawab? Atau kalian sama sepertiku? Hanya bisa bertanya-tanya tanpa tau jawaban? Memang masalah hati adalah misteri. Tak pernah ada yang tau pasti apa yang terjadi. Dibilang cinta tapi benci saat harus melihat dia pergi. Dibilang benci tapi rindu ingin bertemu.

Kamu tau? Aku mencintaimu. Dan cinta itu datang begitu saja. Lalu jatuh begitu dalam hingga akhirnya tersesat dan tak tau jalan keluar. Cinta ini tak bisa pergi. Entah sampai berapa lama lagi. Aku ingin rasa ini pergi, tapi entah kenapa justru rasa ini hadir kembali.

Kamu tau? Aku selalu mengenangmu. Mengenang saat-saat kita bersama. Dan kenangan itu selalu membuat hatiku seperti bunga yang disiram air. Menimbulkan cinta yang lebih besar. Andai aku bisa melupakannya seperti saat mengingat kenangan itu.

Kamu tau? Aku sangat ingin bertemu. Aku rindu. Aku ingin melihat senyum itu lagi, walau hanya dalam mimpi. Yang aku tau pasti akan menambah volume rindu jika memang terjadi. Selama ini mimpi-mimpi tentangmu justru membuatku semakin ingin bertemu. Tapi apa dayaku?

Aku mencintaimu, walau disatu sisi aku membencimu. Benci karena kau tak memilihku. Benci karena sulit sekali menghapus namamu. Benci karena rasa cinta ini tak pernah mau pergi. Benci, karena aku terlalu mencintaimu.

Minggu, 06 Maret 2016

Selamat.

Selamat ulang tahun. Untuk ketiga kalinya aku mengucapkan ini lewat tulisan di blog. Kali ketiga aku menghadiahkan sebuah tulisan yang entah berarti atau tidak. Kali ketiga aku mendoakan yang terbaik untukmu. Walau sebenarnya aku selalu mendoakanmu selama ini. Selama lima tahun belakangan.

Selamat ulang tahun. Selamat atas satu tahun yang telah berhasil kamu lewati dengannya. Selamat atas kebahagiaan yang telah kamu terima setahun belakangan. Selamat. Aku selalu berharap kamu bahagia. Selalu menghiasi dunia dengan senyum itu. Senyum yang selalu berarti untukku. Senyum yang membuat hatiku seolah telah berlari kencang sehingga detakannya semakin cepat. Senyum yang selalu terbayang hampir ditiap malam.

Selamat ulang tahun. Semoga sehat selalu. Semoga hal-hal baik senantiasa menghampiri. Semoga bahagia selalu menemani. Semoga apa yang kamu inginkan segera terwujud.

Selamat ulang tahun dariku, penggemar berat senyummu.

Kamis, 11 Februari 2016

Si kucing dan si anjing.

Pada suatu hari, tinggallah seekor kucing yang hidup sendirian. Hidupnya selalu kesepian. Walau saat bersama teman kucing lainnya, dia tetap merasa seperti sedang sendirian. Tawanya adalah teriakan hatinya yang sakit. Senyumnya adalah gurat kesedihan yang tak ingin diperlihatkan. Seolah hidupnya selalu bahagia. Padahal itu hanya topeng yang ia buat. Jauh di dasar hatinya, dia sedang bersedih, sangat sedih.

Waktu berjalan sangat lambat, sang kucing melalui hari-hari seperti biasa. Datang ke tempat sampah tiap pagi, siang, sore, dan malam. Berharap ada sedikit sisa makanan yang bisa ia lahap. Mengisi kekosongan di perutnya. Walau hatinya tetap kosong. Hampa. Setidaknya perutnya terisi. Begitu pikirnya.

Hari demi hari berlalu merangkai minggu, minggu demi minggu berlalu menjadi bulan, bulan demi bulan berlalu menuju tahun. Dan hidupnya terus seperti itu. Sepi, seolah tak ada kucing lain yang hidup selain dirinya sendiri, senyap seperti malam yang sangat gelap. Hidupnya benar-benar menyedihkan.

Rabu, 10 Februari 2016

Aku tidak mencintaimu.

Aku tidak mencintaimu
Hanya senang menghabiskan segelas jus melon dan semangkuk mie ayam bersamamu

Aku tidak mencintaimu
Hanya ingin melihatmu selalu bahagia, meski bukan aku yang menjadi penyebabnya

Aku tidak mencintaimu
Hanya rindu mendengar tawa itu, meski aku harus jungkir balik untuk mendengarkannya

Aku tidak mencintaimu
Hanya lega saat kamu sudah sampai di rumah dan tertidur lelap

Aku tidak mencintaimu
Hanya berharap selalu melihatmu, meskipun itu hanya di dalam mimpi

Aku tidak mencintaimu
Hanya benci melihat air mata yang jatuh karena aku yang tak bisa selalu membuatmu tertawa

Aku tidak mencintaimu
Hanya sedih saat tau kamu memilih dia untuk menggantikan aku yang selalu bersamamu

Aku tidak mencintaimu
Hanya iri melihat dia yang sangat beruntung bisa mendapatkan hatimu

Aku tidak mencintaimu
Hanya tak sanggup mendengarmu selalu membanggakan dia di depanku, seolah aku tak sehebat dia

Aku tidak mencintaimu
Hanya diam saat mendengar dia selalu mengucapkan kata cinta, seolah kata itu sangat mudah diucapkan

Aku tidak mencintaimu
Hanya bohong saat aku mengatakan itu, karena sungguh, aku sangat mencintaimu