Senin, 25 November 2019

20! (Again?)

4 tahun lalu aku post tulisan dengan judul yang sama. Namun kali ini, aku akan menceritakan orang lain. Orang yang menemani satu tahun belakangan.

Hari ini, genap usiamu menginjak 20. Semoga dengan bertambahnya umur, bertambah pula kedewasaan dan keimanan kamu. Bertambahnya umur juga merupakan pertanda berkurangnya usia. Di hari bahagia ini, aku ucapkan selamat atas satu tahun yang telah berhasil kamu lalui. Satu tahun yang penuh lika-liku. Kamu adalah wanita kuat yang pernah ku temui. Semoga tahun ini kamu semakin kuat. Namun, tetaplah lemah dihadapanku agar aku melindungimu.

Aku harap kamu sehat dan bahagia selalu. Aku ingin kamu selalu menghiasi dunia, atau setidaknya hidupku dengan senyuman dan tawamu. Kamu itu berharga. Maka tersenyumlah. Aku doakan semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang lebih di tahun ini. Diberi kelancaran rezeki, kemudahan dalam menjalani hari, solusi dalam setiap masalah yang kamu hadapi.

Aku tak tau harus berkata apa lagi. Aku rasa hanya ini yang ingin ku sampaikan saat ini. Jaga kesehatan kamu ya. Aku sayang kamu.

Minggu, 06 Januari 2019

Aku tidak sehebat yang kamu kira.

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan karena aku juga adalah seorang manusia, aku memiliki banyak kelebihan dan tentu banyak sekali kekurangan.

Saat ini, kamu anggap aku baik. Namun bisa saja, besok, atau lusa, atau seminggu hingga bertahun-tahun kemudian anggapanmu berubah. Kenapa? Karena aku bukanlah orang baik. Aku tidak sebaik yang kamu fikirkan. Aku hanya berusaha berbuat baik. Terutama kepada sebagian orang, sebagian orang yang ingin aku perlakukan dengan baik.

Senin, 31 Desember 2018

Terimakasih, 2018!

Sebelum memasuki tahun yang baru, izinkan saya disini menceritakan seseorang yang saat ini berada di samping saya. Seseorang yang insya Allah akan saya nikahi pada tahun 2020.

Aku bertemu dengannya di kampus. Pertama kali aku melihatnya, aku langsung tertarik. Aku ingin mengenalnya lebih jauh. Aku ingin lebih dekat dengannya. Aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengannya. Aku, ingin bersamanya.

Pertama kali aku ngobrol dengannya, dia jutek sekali. Aku langsung takut untuk melanjutkan obrolan. Akhirnya aku lebih banyak diam melihat handphone. Beberapa kali, sempat aku mengetik pesan untuk aku kirim, namun aku urungkan niat karena takut mengganggu. Kita juga tidak begitu dekat di dunia nyata, jadi aku agak canggung.

Pada suatu malam, dia yang diantar pulang oleh temannya hanya diantar sampai setengah jalan, dan aku dimintai temannya untuk mengantar dia ke rumah. Sebuah kesempatan yang tentu tidak akan aku sia-siakan. Setidaknya, aku jadi tahu dimana dia tinggal. Di motor, kami tidak banyak ngobrol. Mungkin karena aku dan dia sama-sama merasa canggung.

Pada malam lain, pada hari Senin tepatnya, dia tiba-tiba chat minta bareng untuk berangkat ke kampus yang tanpa pikir panjang aku iyakan. Mulai dari situ, aku yang biasa berangkat lewat jalan lain, jadi berpindah haluan lewat jalan yang biasa dia lewati untuk berangkat ke kampus. Berharap bertemu tanpa sengaja. Yah walau sudah aku rencanakan. Namun, semesta belum mengijinkan.

Selang beberapa hari, dia kembali chat minta berangkat ke kampus bareng. Tentu aku iyakan, bukan? Disitu kami mulai lebih banyak ngobrol di motor. Aku senang. Sesimpel itu memang.

Setelah itu aku mulai sering mengajaknya berangkat bareng. Dan mulailah kami, setiap hari berangkat ke kampus bersama. Kami mulai dekat dan saling berbalas chat setiap hari. Semakin lama perasaanku bertambah. Dari suka menjadi cinta. Namun, apakah dia juga memiliki perasaan yang sama?

Suatu malam, aku menyatakan perasaanku padanya. Yah walau sebenarnya dia juga sudah tau. Aku menginginkan dia menjadi orang pertama yang kulihat di pagi hari dan yang terakhir aku lihat saat menutup mata di malam hari. Dan ya, semoga apa yang kita rencanakan terwujud. Semoga Allah mudahkan rencana-rencana kita. Aku sayang kamu. Sungguh, aku sangat menyayangimu.

Selasa, 25 Desember 2018

Kuliah.


Kuliah. Setelah 5 tahun lalu lulus dari SMK, akhirnya aku melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Banyak hal yang membuatku memutuskan kuliah. Aku kuliah di LP3I Jakarta Utara. Selain karena jaraknya yang cukup dengan dengan rumah, aku memilih masuk LP3I karena ada kenalan yang bekerja disana, jadi aku bisa mendapatkan diskon. Hehehe.

17 September 2018. Hari dimana aku mulai masuk kuliah secara resmi untuk pertama kalinya. Aku masuk sedikit terlambat, hadir saat kelas sudah ramai. Aku duduk di bangku paling belakang. Melihat teman-teman sekelas yang mungkin akan bersama sampai 3 tahun ke depan. Setelah melakukan pemilihan pengurus kelas, pelajaran dimulai.